Capacity Building Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
Pontianak (2/3) – Menindaklanjuti Rakor Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Kalimantan Barat, Dirjen LIP bersama BRMP Kalbar menggelar Capacity Building Penyuluh Pertanian pada 2 Maret 2026 di Aula BRMP Kalbar. Kegiatan ini menghadirkan materi tentang pengenalan Daerah Irigasi (DI) dan Daerah Irigasi Rawa (DIR), serta monitoring Luas Tanam Lahan Baku Sawah (LBS) menggunakan aplikasi Avenza Maps.
Kegiatan ini dihadiri oleh PJ Swasembada Pangan Berkelanjutan Prov. Kalbar (Dr. Asmarhansyah, S.P., M.Sc.) secara daring, Kepala BRMP Kalbar (Anjar Suprapto, S.T.P., M.P.), Ketua Kelompok Substansi Penyuluh Pertanian Kalbar (Heru Chandra, S.P., M.P.), Katimker Penyuluh Kab/Kota se-Kalbar, dan Penyuluh Pertanian se-Kalbar.
Kepala BRMP Kalbar (Anjar Suprapto, S.T.P., M.P.) menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas penyuluh dalam memahami lokasi dan sistem irigasi guna mendukung penetapan CPCL dengan target 7.000 hektare pada 2026 dan potensi peningkatan hingga 20.000 hektare. Sementara itu, PJ Swasembada Pangan Berkelanjutan Kalbar (Dr. Asmarhansyah, S.P., M.Sc.) mendorong diskusi aktif serta membuka peluang penyampaian kebutuhan materi lanjutan agar tercapai pemahaman yang sama di lapangan.
Materi pertama oleh Kepala BWS Kalimantan I (M. Tahid, S.T., M.P.P.M) yang menjelaskan sistem irigasi yang mencakup prasarana, manajemen, dan kelembagaan dalam satu kesatuan DI, baik irigasi permukaan maupun rawa, termasuk pembagian kewenangan dan perencanaan pola tanam. Materi kedua oleh Direktorat Konservasi dan Pengembangan Sumber Air Pertanian (Khairul Anam, S.P., M.Si.) yang menekankan pentingnya validasi data luas tanam melalui pemanfaatan Avenza Maps berbasis GPS untuk memastikan kesesuaian lokasi tanam dengan LBS. Hasil monitoring ini menjadi dasar pemutakhiran data dan penguatan koordinasi guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan di Kalbar.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas dan pemahaman penyuluh pertanian dalam mendukung percepatan swasembada pangan berkelanjutan di Kalimantan Barat.